Cari Ekonomi

Memuat...

Senin, 01 Oktober 2012

Istilah-Istilah dalam Pasar Modal

http://forexrobo.com/freeforexrobot/wp-content/uploads/2010/07/automated-trading-robot.jpg


 
Dunia pasar modal mempunyai istilah yang begitu berlimpah. Mungkin yang saya sebutkan di bawah ini baru sebagian istilah dan akan di-update lagi. Berikut ini ada beberapa istilah dalam pasar modal yang sudah sangat umum:

A
Agio/disagio saham:
Selisih setoran pemegang saham di atas atau bawah nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.

Annual Report :
Laporan Tahunan dari kegiatan perusahaan, yg meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, serta laporan perubahan ekuitas.

Atas nama:
Dituliskannya nama dari pemilik efek tertentu pada sertifikat efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan efek. Contoh: saham atas nama, berarti nama yang tertulis di sertifikat saham tersebut adalah pemiliknya.

Atas unjuk:
Tidak ditunjukannya nama dari pemilik efek, dengan demikian siapa saja yang membawa efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik efek tersebut (seperti uang).

B
Bank kustodian:
Pihak yang berfungsi melakukan penyimpanan dan pengamatan fisik dokumen efek.

Bappepam:
Badan Pengawas Pasar Modal, merupakan otoritas tertinggi di pasar modal yang memilik kewenangan untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pasar modal di Indonesia.

Bearish:
Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami penurunan atau diharapkan mengalami penurunan.

Blue Chip:
Contoh saham yang paling berkelas dalam pasar modal. Saham ini umumnya dimiliki oleh perusahaan2 mapan dengan reputasi keuangan baik dan stabil.

Bond:
Obligasi, investasi pada hutang.

Bullish:
Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami peningkatan atau diharapkan mengalami peningkatan.

Broker Fee:
Fee (komisi) yang diberikan untuk broker ketika order buy/sell tereksekusi.

Bursa Efek:
Pihak yang menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak2 lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.: Kontrak opsi yang member hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.

C
Call:
Kontrak opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.

Capital Gain:
Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

Common Stock:
Saham biasa yang beredar di secondary market.

Convertible Stock:
Saham yang dalam pelaksanaannya ada opsi untuk diubah menjadi obligasi

Corporate Action:
Suatu tindakan/keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham, seperti pembagian dividen, pemberian saham bonus, stock split, right issue, dll.

D
Delisting (penghapusan pencatatan):
Penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di bursa. Saham-saham yang telah di-delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa, dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.

Dilusi:
Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.

Dividen Kas:
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang.

Dividen Saham:
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

DPR (Dividend Payout Ratio):
Merupakan perbandingan antara DPS dengan EPS.

DPS (Dividend Per Shares):
Merupakan total semua dividen yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar.

E
EPS (Earning Per Shares):
Merupakan perbandingan antara laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak dengan jumlah saham yang diterbitkan.

Efek:
Produk turunan dari asset.

Equity:
Biasa disebut dengan Saham, atau surat berharga yang mewakili andil/bagian kepemilikan perusahaan.

G
Going Public:
Proses penjualan saham perdana kepada masyarakat/publik yang dikenal juga dengan istilah IPO.

I
Indeks:
Perubahan harga saham, perubahan harga suatu saham disebut juga indeks tunggal. Indeks-indeks yang terkelompok antara lain: LQ45,  JII, Kompas 100, Manufaktur, Finance, Agriculture, dll.

IPO:
Initial Public Offering, istilah dimana emiten menawarkan saham di pasar perdana kepada investor.

P
Penasehat investasi:
Seseorang atau perusahaan yang mendapat izin resmi dari Bapepam untuk bertindak sebagai pemberi nasehat kepada pemodal awam yang ingin menanamkan modalnya dengan harapan memperoleh penghasilan yang memadai.

Perusahaan Publik:
Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3.000.000.000 atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Perusahaan Tercatat (listed company):
Perusahaan yang saham-sahamnya tercatat atau terdaftar dan dapat diperdagangkan pada suatu bursa efek. Masing-masing bursa efek mempunyai persyaratan tersendiri bagi suatu perusahaan yang akan tercatat di bursa tersebut.

Preferred Stock:
Saham preferen (diberikan untuk tujuan khusus) dan terbatas untuk beberapa investor.

Primary market:
Sama dengan IPO.

Put:
Kontrak opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi tersebut untuk menjual sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.


R
Right Issue (Penawaran Umum Terbatas):
Salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan. Dalam right issue, perseroan menawarkan hak (rights) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka ia dapat menjual haknya tersebut kepada investor lain. Dengan demikian di pasar modal juga dikenal perdagangan right. Jadi rights adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham baru dikeluarkan dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan persentase kepemilikannya dalam suatu perusahaan.

S
Saham Bonus:
Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Saldo Laba:
Akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba rugi periode lalu.

Secondary Market:
Proses dimana saham diperjualbelikan kepada investor secara umum di lantai bursa.

Stock Split:
Pemecahan saham menjadi beberapa bagian sesuai dengan perbandingannya. Contoh: stock split 1:2 berarti setiap satu saham untuk dua saham.

Suspensi:
Penghentian sementara perdagangan suatu saham di bursa efek. Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan emiten sendiri atau merupakan keputusan bursa dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor atau dapat pula karena pengenaan sanksi oleh bursa efek kepada suatu emiten.

T
Transaksi Bursa:
Transaksi yang dilakukan oleh anggota bursa efek yang tertuang dalam bentuk kontrak kesepakatan dengan bursa efek. Kontrak tersebut mencakup:
a. Jual beli efek (saham maupun instrumen lainnya).
b. Pinjam meminjam efek.
c. Kesepakatan lain mengenai efek/harga efek.

Transaksi di Luar Bursa:
Transaksi efek yang dilakukan di luar bursa dan tidak diatur oleh bursa. Transaksi ini antara lain dilakukan:
a. Antara perusahaan efek.
b. Perusahaan efek dengan pihak lain yang tidak diatur oleh bursa efek.
c. Antarpihak yang bukan perusahaan efek (individu/lembaga pemegang saham tersendiri).

W
Waran:
Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan/membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah enam bulan atau lebih. Dalam praktik, terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis (sweetener). Selain diterbitkan bersama saham, waran juga bisa diterbitkan bersama obligasi.


Special thanks kepada seseorang yang sudah memberikan saya ide untuk menulis artikel ini :-).


Sumber: Panduan Pemodal, 2008
http://asalupload.the-exploration.net/istilah-istilah-dalam-pasar-modal/
Dunia pasar modal mempunyai istilah yang begitu berlimpah. Mungkin yang saya sebutkan di bawah ini baru sebagian istilah dan akan di-update lagi. Berikut ini ada beberapa istilah dalam pasar modal yang sudah sangat umum:

A
Agio/disagio saham:
Selisih setoran pemegang saham di atas atau bawah nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.

Annual Report :
Laporan Tahunan dari kegiatan perusahaan, yg meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, serta laporan perubahan ekuitas.

Atas nama:
Dituliskannya nama dari pemilik efek tertentu pada sertifikat efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan efek. Contoh: saham atas nama, berarti nama yang tertulis di sertifikat saham tersebut adalah pemiliknya.

Atas unjuk:
Tidak ditunjukannya nama dari pemilik efek, dengan demikian siapa saja yang membawa efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik efek tersebut (seperti uang).

B
Bank kustodian:
Pihak yang berfungsi melakukan penyimpanan dan pengamatan fisik dokumen efek.

Bappepam:
Badan Pengawas Pasar Modal, merupakan otoritas tertinggi di pasar modal yang memilik kewenangan untuk melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan pasar modal di Indonesia.

Bearish:
Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami penurunan atau diharapkan mengalami penurunan.

Blue Chip:
Contoh saham yang paling berkelas dalam pasar modal. Saham ini umumnya dimiliki oleh perusahaan2 mapan dengan reputasi keuangan baik dan stabil.

Bond:
Obligasi, investasi pada hutang.

Bullish:
Pasar di mana harga dari sejumlah besar saham mengalami peningkatan atau diharapkan mengalami peningkatan.

Broker Fee:
Fee (komisi) yang diberikan untuk broker ketika order buy/sell tereksekusi.

Bursa Efek:
Pihak yang menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak2 lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.: Kontrak opsi yang member hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.

C
Call:
Kontrak opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi tersebut untuk membeli sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.

Capital Gain:
Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

Common Stock:
Saham biasa yang beredar di secondary market.

Convertible Stock:
Saham yang dalam pelaksanaannya ada opsi untuk diubah menjadi obligasi

Corporate Action:
Suatu tindakan/keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham, seperti pembagian dividen, pemberian saham bonus, stock split, right issue, dll.

D
Delisting (penghapusan pencatatan):
Penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di bursa. Saham-saham yang telah di-delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa, dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.

Dilusi:
Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.

Dividen Kas:
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang.

Dividen Saham:
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

DPR (Dividend Payout Ratio):
Merupakan perbandingan antara DPS dengan EPS.

DPS (Dividend Per Shares):
Merupakan total semua dividen yang dibagikan dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar.

E
EPS (Earning Per Shares):
Merupakan perbandingan antara laba bersih perusahaan setelah dipotong pajak dengan jumlah saham yang diterbitkan.

Efek:
Produk turunan dari asset.

Equity:
Biasa disebut dengan Saham, atau surat berharga yang mewakili andil/bagian kepemilikan perusahaan.

G
Going Public:
Proses penjualan saham perdana kepada masyarakat/publik yang dikenal juga dengan istilah IPO.

I
Indeks:
Perubahan harga saham, perubahan harga suatu saham disebut juga indeks tunggal. Indeks-indeks yang terkelompok antara lain: LQ45,  JII, Kompas 100, Manufaktur, Finance, Agriculture, dll.

IPO:
Initial Public Offering, istilah dimana emiten menawarkan saham di pasar perdana kepada investor.

P
Penasehat investasi:
Seseorang atau perusahaan yang mendapat izin resmi dari Bapepam untuk bertindak sebagai pemberi nasehat kepada pemodal awam yang ingin menanamkan modalnya dengan harapan memperoleh penghasilan yang memadai.

Perusahaan Publik:
Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3.000.000.000 atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Perusahaan Tercatat (listed company):
Perusahaan yang saham-sahamnya tercatat atau terdaftar dan dapat diperdagangkan pada suatu bursa efek. Masing-masing bursa efek mempunyai persyaratan tersendiri bagi suatu perusahaan yang akan tercatat di bursa tersebut.

Preferred Stock:
Saham preferen (diberikan untuk tujuan khusus) dan terbatas untuk beberapa investor.

Primary market:
Sama dengan IPO.

Put:
Kontrak opsi yang memberi hak kepada pemegang opsi tersebut untuk menjual sejumlah tertentu asset pada harga dan waktu tertentu.


R
Right Issue (Penawaran Umum Terbatas):
Salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan. Dalam right issue, perseroan menawarkan hak (rights) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya, maka ia dapat menjual haknya tersebut kepada investor lain. Dengan demikian di pasar modal juga dikenal perdagangan right. Jadi rights adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham baru dikeluarkan dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan persentase kepemilikannya dalam suatu perusahaan.

S
Saham Bonus:
Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Saldo Laba:
Akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba rugi periode lalu.

Secondary Market:
Proses dimana saham diperjualbelikan kepada investor secara umum di lantai bursa.

Stock Split:
Pemecahan saham menjadi beberapa bagian sesuai dengan perbandingannya. Contoh: stock split 1:2 berarti setiap satu saham untuk dua saham.

Suspensi:
Penghentian sementara perdagangan suatu saham di bursa efek. Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan emiten sendiri atau merupakan keputusan bursa dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor atau dapat pula karena pengenaan sanksi oleh bursa efek kepada suatu emiten.

T
Transaksi Bursa:
Transaksi yang dilakukan oleh anggota bursa efek yang tertuang dalam bentuk kontrak kesepakatan dengan bursa efek. Kontrak tersebut mencakup:
a. Jual beli efek (saham maupun instrumen lainnya).
b. Pinjam meminjam efek.
c. Kesepakatan lain mengenai efek/harga efek.

Transaksi di Luar Bursa:
Transaksi efek yang dilakukan di luar bursa dan tidak diatur oleh bursa. Transaksi ini antara lain dilakukan:
a. Antara perusahaan efek.
b. Perusahaan efek dengan pihak lain yang tidak diatur oleh bursa efek.
c. Antarpihak yang bukan perusahaan efek (individu/lembaga pemegang saham tersendiri).

W
Waran:
Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan/membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah enam bulan atau lebih. Dalam praktik, terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis (sweetener). Selain diterbitkan bersama saham, waran juga bisa diterbitkan bersama obligasi.


Special thanks kepada seseorang yang sudah memberikan saya ide untuk menulis artikel ini :-).


Sumber: Panduan Pemodal, 2008
http://asalupload.the-exploration.net/istilah-istilah-dalam-pasar-modal/
(admin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar